Exclusive Content:

BerandaAyumajakuningTPST Indramayu Akan Hasilkan ‘Keripik Sampah’ Sebagai Bahan Bakar Alternatif

TPST Indramayu Akan Hasilkan ‘Keripik Sampah’ Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Cirebontrend.id – INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut baik audiensi tim pelaksanaan program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) yang digagas oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek teknis dan tata kelola pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Salah satu proyek unggulan dalam program ISWMP adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pecuk di Indramayu, yang memiliki kapasitas terbesar dibandingkan daerah lain, yaitu 300 ton sampah per hari.

Dirjen Cipta Karya sekaligus Ketua Central Project Management Unit (CPMU) Program ISWMP, Sandhi Eko Bramono, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk meminimalkan residu sampah yang tidak dapat diolah, dengan target maksimal hanya 12%.

“TPST ini menggunakan teknologi pengeringan untuk mengolah sampah menjadi “keripik sampah” yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif,” jelasnya usai audensi dengan Pemda Indramayu.

Sampah yang telah dipilah akan diproses menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai campuran batu bara.

“PT Indocement telah ditunjuk sebagai salah satu vendor penerima hasil pengolahan RDF,” sambungnya.

Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan edukasi masyarakat.

Kementerian PUPR mendukung konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat, salah satunya melalui pilot project di Kelurahan Lemah Abang yang telah berjalan sejak 2023. Program ini menunjukkan hasil positif, dengan meningkatnya kesadaran warga dalam memilah sampah.

Model pengelolaan sampah di Blok Jambengan RT 6 RW 1 Kelurahan Lemah Abang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, sedang dipersiapkan untuk direplikasi ke enam kecamatan lain, yaitu Kertasemaya, Jatibarang, Karangampel, Balongan, Indramayu, dan Sindang.

Proses lelang TPST Pecuk saat ini masih berlangsung dan dijadwalkan selesai pada 27 Maret 2025. Penandatanganan kontrak direncanakan pada minggu kedua April, dengan target pembangunan selesai dalam delapan bulan dan pendampingan operasional selama enam bulan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyebut proyek ini sebagai sebuah terobosan luar biasa.

“Output yang dihasilkan bisa langsung dimanfaatkan, menjadikannya sebuah ‘hadiah besar’ dari Kementerian PUPR,” ujarnya. Kamis, 20 Maret 2025.

Namun, Lucky juga mengakui bahwa tantangan utama adalah memastikan sampah sudah terpilah sebelum diproses.

“Tantangan terbesar adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya, yang menjadi kunci keberhasilan program ini. Terpenting bagi pemerintah daerah adalah memastikan pengelolaan yang baik dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -         

Most Popular

Recent Comments